About OmRoy

Kemaneajelunl7_1

Mari Mengenal Kebusukan Roy Suryo (last update 20-maret-2008) *

PREVIEW

Roy Suryo adalah orang awam yang menganggap dirinya sebagai pakar
telematika. Nama lengkap berikut gelarnya adalah KRMT Roy Suryo
Notodiprojo. Roy Suryo bisa menjadi terkenal karena kemampuannya menetek
pada kebodohan segelintir wartawan di Indonesia yang malas melakukan
cross check berita ke pakar yang sesungguhnya

GAYA KHAS

dalam membodohi publik, roy suryo biasanya menggunakan kata kata berikut :

* Metadata = Pemalsuan metadata artinya mengganti beberapa bagian dari
isi pesan tersebut. Bener gag ne?
* 68% = 68% berasal dari pernyataan Roy Suryo bahwa dari seluruh anggota
Friendster, 68%-nya adalah Palesu. Dan tentunya angka 68% ini berasal
dari estimasi yang tidak berdasar.
Angka 68% adalah angka mistis paling populer dari Roy Suryo, tetapi
selain 68%, ybs pernah mengeluarkan angka-angka mistis lain seperti 88%,
48% dan 28%.
* Trend Sesaat = Percayalah pada Roy Suryo, satu-satunya Pakar
Telematika di INDONESIA bahwa Blog adalah Trend Sesaat™
* Tidak kompeten = dan merasa dirinya paling kompeten
* Katarsis
* Karakter Asinan = merupakan plesetan dari “Character Assassination” ,
sebuah istilah yang sering dilontarkan Roy Suryo terhadap tokoh-tokoh
protagonis.
* Norak = karena roy suryolah yang paling tidak norak
* Mendambakan Sesuatu Seperti Sediakala = pernyataan yang dilontarkan
ketika dia menemukan lagu indonesia raya versi zaman penjajahan diserver
milik belanda
* Kemane Aje Lu = khas sang ruy suryo
* Saya yakin bahwa itu palsu = karena roy suryolah pakar telematika yang
terbaik
* Ke mana-mana ROY SURYO selalu ditemani benda pusaka: tiga handphone,
sebuah handy talkie, dan laptop. Itu belum apa-apa. Delapan parabola dan
sepuluh televisi ngendon di rumahnya—beberapa rakitan sendiri. Menurut
dia, letak Indonesia di garis katulistiwa kerap dilewati berbagai
satelit, “Bodoh kalau kita tak memanfaatkannya untuk gratisan,” tuturnya
sambil terbahak. Kesepuluh televisi itu ada di berbagai sudut rumahnya,
termasuk di kamar mandi. Dan itulah tempat favoritnya membaca buku, atau
mandi sambil nonton televisi.
* Cara tidurnya tidak biasa: tidur di atas jam tiga dini hari dan bangun
pukul 05.00. Kesempatan lain untuk tidur di taksi atau pesawat. “Bukan
waktu tapi kualitasnya, ” komentarnya soal tidurnya.
* perkataannya halus diawal
* tiba-tiba “meledak” walaupun disamarkan dalam kata2nya yg tetap halus
* dalam kalimatnya selalu ada narsisme
* selalu menyebut orang2 terkenal dlm commentnya
* bersandiwara seakan-akan ia hanya teman/kenalan RS walaupun dalam
kenyataan tulisannya ia sangat memahami “who is”
* sering mengatakan “telah melakukan pengajian teknologi” dalam
membuktikan suatu masalah

EJEKAN

sindiran yang manis buat roy surryo oleh beberapa komunitas :

* Kampret, ini adalah cara paling umum untuk menyebut gelar
kebangsawanan KRMT
* Kermit, cara lain untuk menyebut gelar KRMT
* You Know Who
* Kutu KRMT
* KRMT = Keren Rapi Manis Terdidik
* Sang Pakar
* Pelawak Digital
* Pakar Pornomatika, karena kecenderungannya untuk melibatkan diri dalam
berbagai kasus foto panas, seperti misalnya Bjah, Artika Sari Dewi, dlls.
* Sang Pembina, karena upayanya membina Priyadi dan Herman Saksono
* GildeRoy karena mirip dengan karakter Gilderoy Lockhart di film Harry
Potter
* Sang Tebar Pesona, karena seringnya tebar pesona bila ada sesuatu
tentang telematika indonesia

LAIN LAIN

1. Roy Suryo disinyalir adalah penyebab seringnya terjadi kecelakaan
pada Tol Cipularang di sekitar KM 68.
2. Roy Suryo sebenarnya bukan ahli telematika melainkan ahli
aritmatika, terbukti dia mampu menghitung data statistik dengan
sangat cepat (contoh : 68%)
3. Roy Suryo merupakan ahli telematika yang menguntungkan bagi
provider Telekomunikasi, buktinya setiap ada berita baru selalu
kirim SMS pada Wartawan
4. Roy Suryo merasa berhak menentukan menteri, terbukti waktu
dipilihnya Muhammad Nuh menjadi Menkoinfo Yang baru, dia SMS ke
wartawan kalo dia tidak mengenal Muhammad Nuh.
5. Roy Suryo mengangap dirinya sebagai ‘Penemu’ versi asli lagu
‘ Indonesia Raya’.
6. Roy Suryo seorang “antek penjajah jepang”, dari video lagu
” Indonesia raya” yang dia sebarkan menggambarkan bahwa kemerdekaan
Indonesia merupakan hadiah dari jepang dengan adanya
“Diperbolehkan Merdeka”

*Berikut daftar kebohongan ROY SURYO:*

(1). Dia BUKAN dosen UGM, yang benar adalah pengajar tamu di Program D-3
Komunikasi UGM, mengajar fotografi (itu pun saya duga hanya bbrp semester
saja, skrg saya cek ke sana sdh tidak dipasang ngajar lagi). Terminologi
dosen tamu ini sangat umum di UGM, terutama di program D-3.

(2). Status kepegawaian KRMTRSN adalah PND/dosen di Institut Seni Indonesia
Jurusan Seni Media Rekam, para koleganya di sana sudah menganggap dia “tidak
ada” karena dia sangat tidak aktif di ISI. Bahkan dalam banyak publikasi ia
seakan-akan “menyembunyikan” statusnya sebagai dosen ISI.

(3). Ia sempat sekolah di Program S-2 Fakultas Kedokteran UGM (kalau tidak
salah program … Promosi Kesehatan). Tidak pernah menyelesaikan studi S-2
ini. Ia masuk ke S-2 FK UGM hanya gara-gara sang ayah yang dosen di FK UGM.
Tidak lebih.

(4). Sewaktu orang rame-ramenya menyoal masalah Y2K dulu, ia diminta oleh
Bank BPD DIY untuk membenahi TI di sana , hasilnya nol-besar. Ternyata ia
hanya bisa berkomentar di media, tetapi ketika diminta untuk terjun langsung
secara praktek di lapangan hasilnya nol besar.

(5). Bila sedang menjadi pembicara seminar, dia paling sering minta soft
copy kepada pembicara lain, hingga suatu saat dia mencomotnya untuk “dijual”
ke seminar yang lain. Untuk itu, kepada para pakar yang kebetulan satu sesi
dengan dia, jangan sekali-sekali memberikan soft copy materi presentasi Anda
kepada dia, kalau tidak mau kecolongan.

(6). Di komunitas fotografer amatir Jogja (HISFA) ia sudah tidak dianggap
lagi, bahkan sudah terlalu sering diumpat para anggotanya hanya gara-gara
ucapannya di media yang sering kebablasan.

(7). Teman-teman sering menggunjingkan dia sebagai orang yang “menyibukkan
diri”, ia orang yang sangat hiperaktif mengirim press release, maklumlah
karena tidak ada kesibukan lain. Katanya: bagi Roy membuat press release
yang sensasional lebih mudah daripada membuat anak, hehehehe. Ia sudah
menikah hampir 10 tahun, belum punya anak juga, hehehehe.

(8). Selama ini ia selalu bilang “sedang dalam proses mengaktifkan kembali
account email [EMAIL PROTECTED]“. Saya berani taruhan, sampai kapan pun
account
email itu tidak pernah bisa aktif lagi. Kira2 tahun 1991-an, Tim IT PAU UGM
membangun PUSKOM UGM. Waktu itu orang yang melek internet masih sangat
terbatas, maka dicarilah mahasiswa atau alumni yang punya perhatian besar
memajukan internet di UGM (saya ingat persis waktu itu masih era Trumpet
Winshock, dan software2 kuno yang lain). Salah satu yang diundang adalah
KRMTRS itu. Waktu itu para aktivis diberikan account email dengan domain
ugm.ac.id. Nah, karena itu orang yang memiliki account ugm.ac.id tidak
identik
dengan “orang dalam” di UGM. Siapapun (asal aktivis) waktu itu bisa
dibikinkan.
Beberapa waktu kemudian, setelah Puskom UGM dikepalai oleh Dr. Ahmad
Djunaidi, beliau mengambil kebijakan bahwa hanya “orang dalam” saja yang
berhak
menggunakan email ugm.ac.id., selain itu, bagi orang yang unit kerjanya
di ugm
sudah punya sub domain, maka account harus menyesuaikan. Akibat dari policy
ini sangat jelas, bahwa orang-orang di luar UGM tidak lagi diperbolehkan
menggunakan alamat email UGM, terang saja pembersihan inilah yang
menggusur KRMTRS dari accountugm.ac. id. Kata PakDjunaidi, selama itu
sudah diindikasikan penggunaan email UGM yang tidak tepat, di mana
banyak terjadi penyalahgunaan,
maka dilakukan penertiban. UGM sering mendapat komplain, pertanyaan,
klarifikasi,
atau apapun tentang seseorang yang menggunakan nama besar UGM untuk tujuan2
tertentu.

(9). KRMTRS memang pernah mendaftarkan diri untuk menjadi dosen Fisipol UGM.
Kejadian ini kira-kira tahun 1991. Waktu itu Rektor UGM adalah Prof. Moch.
Adnan, dan Dekan Fisipol (kalau tidak salah) masih Prof. Ichlasul Amal.
Menurut teman-teman saya di Fisipol, salah satu kegagalan KRMTRS adalah
karena indeks prestasi (IP) yang tidak memenuhi syarat untuk jadi dosen UGM,
hehehehe. Ini faktual !! Dalam rangka memenuhi keinginan menjadi PNS, maka
mendaftarlah ia menjadi PNS di ISI yang waktu itu baru saja membuka program
studi Seni Media Rekam. Masuklah ia ke sana .

*for /episode 2 (moral roy suryo)/:*

priyadi kemarin diwawancarai oleh deltafm, untuk berbincang-bincang
seputar apa itu blog. di tengah wawancara, pihak deltafm menghubungi roy
suryo melalui telepon sebagai nara sumber kedua, dan seperti biasa
beliau menyerang keberadaan blog itu sendiri.

old habits die hard, kata orang bule. tidak puas setelah wawancara
telponnya selesai, roy suryo mengirimkan ke shahnaz haque sebagai salah
satu pewawancara dari deltafm dua sms sebagai berikut:

Mbak Shahnaz Yth, ini HP-ku. Kalau perlu apa2, silahkan kontak langsung
kapan saja. Soal blog tadi, terusterang saya hanya tidak ingin
masyarakat (bisa jadi?) mendapatkan informasi menyesatkan, karena Delta
mengundang narsum yang tidak jelas moralnya. Mohon bisa dicheck benar
terlebih dahulu.
FYI saja, komunitas TI sekarang ini sedang berjuang “membersihkan”
borok2 Internet di Indonesia . Upaya ini tidak mudah, banyak tantangan
dari internal sendiri yg merasa terancam eksistensi (baca: kelakuan
negatifnya). Kami juga bekerjasama erat dgn Depkominfo, ICT-Watch, APJII
& Komisi Perlindungan Anak.

ah, rupanya seperti itulah moral dari seorang roy suryo.

*for /episode 3 (suka men-junk mailing list dengan email yang sama)/:*

Hari ini email dari Roy Suryo terpampang di banyak mailing list. Baik
yang memang dikirim sendiri (cross posting) atau disalinkan ke tempat
lain — oleh “penggemarnya” atau penentangnya. Saya lihat di Roy Suryo
Watch, tulisan baru tersebut belum muncul. Saya kira hal ini tidak perlu
disebut sebagai terlambat, melainkan justru memunculkan pertanyaan
serius: mengapa Roy Suryo tidak merangkai buah pikirannya di sebuah blog?

Coba pertimbangkan: mantan Presiden Soeharto memiliki media center,
Hamzah Haz tidak ketinggalan, semua calon presiden juga menyediakan
situs Web — representasi pribadi, situs ofisial untuk acara pemilihan
presiden, dan yang disusun oleh pendukungnya (bayangkan betapa
lengkapnya!) . Belum lagi jika ditilik pada ranah yang lebih luas lagi:
ribuan anak-anak muda mulai menuangkan cerita dalam bentuk blog, dengan
semua kekenesan dan kecentilan mereka. Mengapa pakar multimedia
sekaliber Roy belum memulai?

Sekarang dilihat dari manfaatnya. Pertama, Roy tidak perlu memenuhi
sekian mailing list dengan email yang sama dan menghasilkan ulir debat
kusir di setiap tempat. Setiap respon yang dikirim untuk menanggapi
akhirnya menjadi dikirim-silang ke banyak tempat. Tidak efisien kan ?

Kedua, Roy tidak perlu merepotkan media massa berkaitan dengan
kredibilitas keilmuan artikel yang dimuat. Maaf, saya bukan ahli yang
punya kompetensi menilai kredibilitas tersebut, namun pada saat artikel
tentang metadata dimuat di Kompas, tulisan tersebut menjadi awal letupan
persoalan kredibilitas pembuktian yang dipaparkan di dalamnya. Jika Roy
menulis pandangannya pada kasus tersebut dalam bentuk entri di blog,
tentu dampaknya tidak “segawat” di media massa resmi. Kita bersama
maklum: secara umum, blog belum sampai dipandang sebagai sebuah media
jurnalistik yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi.

Ketiga, blog dilengkapi mekanisme komunikasi dengan pembaca dalam bentuk
komentar dan antarblog dalam bentuk lacak balik (trackback). Dengan
demikian pengunjung dapat langsung berdiskusi di situs tersebut atau,
jika dia ingin lebih panjang-lebar, dapat menulis di blog miliknya dan
mencantolkan hasil lacak baliknya sehingga pengunjung lain tetap dapat
mengikuti aliran diskusi. Jangan dilupakan: tulisan yang secara serius
membantah argumen pemakaian metadata pada tulisan Roy di Kompas justru
ditulis oleh Ariya Hidayat lewat blog — bukan lewat media massa resmi.

Terakhir: bukankah dengan demikian menaikkan peringkat Roy sendiri di
Google? Daripada peringkat atas dibiarkan “dibajak” oleh Roy Suryo Watch
seperti yang terlihat di Google hari ini.

Saya tidak punya urusan apapun dengan Roy Suryo. Apabila tulisan di atas
dianggap “menguntungkan” posisi Roy , saya juga punya saran yang bijak
kepada para penentangnya: gunakan pikiran jernih seperti yang
diungkapkan Evelyn Beatrice Hall untuk Voltaire, I disapprove of what
you say, but I will defend to the death your right to say it

*for /kekesalan salah satu korban gempa jogja (klimaks kebusukan roy )/:*

Roy Suryo Anda keterlaluan
5 June, 2006

Roy suryo anda keterlaluan, kali ini anda sudah sangat melampaui batas,
ketika saya membaca suatu thread di milis yang saya lihat hampir setiap
hari(yup, milis yang anda benci karena banyak sekali “musuh” anda
disana), ada suatu thread yang dibuat oleh rony yang menuliskan aksi
anda kembali di media massa dan pasti tak jauh permasalahannya, anda
masih juga mempermasalahkan suatu media yang bernama blog atau weblog,
apalagi ini blog yang ditujukan untuk membantu orang-orang yang terkena
musibah gempa di yogyakarta dan jateng, anda menggunakan kesempatan ini
untuk menuduh para blogger yang mencoba melakukan suatu kebaikan dalam
hal menolong saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut.

anda masih berargumen bahwa blog tersebut masih memakai data-data yang
tak jelas, data yang ngawur, tidak berdasarkan fakta, data yang hanya
karangan para blogger, trend sesaat. tapi saya coba beri tahu anda yang
terhormat kanjeng bla..bla.. mereka(baca: blogger) bersusah payah
membangun dan menghadirkan suatu informasi mengenai korban-korban gempa,
mengetahui aksi anda yang anda perlihatkan diacara e-lifestyle dimetrotv
(yeah, metrotv should kick roy out from that show), anda dengan serta
merta menuduh blogger-blogger tersebut dengan tuduhan yang sangat
menyakitkan hati, mereka itu mencari data dengan cara turun ke tempat
kejadian atau berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait disana dan
anda masih mengatakan itu suatu data ngawur? tolanglah anda berpikir
sedikit jika anda masih punya otak.

jika memang suatu informasi itu akurat dan benar adanya adalah
berdasarkan si sumber berita (dalam hal ini blog adalah ngawur versi
roy) kenapa anda tidak meng-sms orang-orang berapa jumlah korban gempa,
siapa saja yang meninggal, rumah sakit mana yang menangani pasien
terbanyak, apakah korban-korban tersebut telah mendapatkan bantuan,
karena anda hanya percaya SMS sebagai sarana informasi “akurat”
dibanding media alternative seperti email atau blog, atau anda lebih
percaya misalkan detik.com (maaf, saya coba ambil contoh detik.com),
media mainstream tersebut mempunyai kebijakan sendiri dalam penyajian
berita, berita tersebut harus melalui beberapa tahapan (dan itu terlalu
lama), atau apabila detik.com memiliki fasilitas yang seperti mesin blog
yang lain apakah anda masih percaya detik.com yang secara tidak langsung
memiliki blogging system?

mengenai sumber berita, teman kami dan teman-teman lainnya yang sudah
mengunjungi tempat-tempat yang dilanda gempa secara langsung dan mereka
juga melakukan suatu pendataan yang berkaitan dengan korba-korban gempa
tersebut, bahkan telah membuat suatu sistem informasi mengenai
korban-korban gempa tersebut dan informasi lainnya yang mudah-mudahan
dapat bermanfaat dikemudian hari dan yang perlu diketahui mereka adalah
blogger juga yang anda tidak percaya (walaupun anda hanya percaya
blogger yang mendukung anda), pikirkan itu roy.

anda memiliki banyak mobil-mobil tua antik yang harganya bisa sangat
mahal, kenapa anda tidak menggunakan apa yang anda punya atau yang anda
bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah yang
notabene tidak jauh dari tempat anda berada daripada hanya memamerkan
mobil-mobil tua yang menurut saya meaningless, their they are junk already.

tolong bukalah pikiran anda, terima suatu inovasi dan teknologi sebagai
mana anda menerima teknologi handphone yang hanya trend sesaat™(karena
handphone pasti berganti versi terus), dengan menggunakan media
alternative sebagai suatu alternative berita. dan sekali lagi jangan
menggunakan suatu kejadian apalagi kejadian duka sebagai ajang untuk
mencari popularitas seperti yang pernah anda lakukan ketika ada bencana
di aceh. itu sangat menyakitkan roy , sangat menyakitkan. saya harap anda
cepat sadar atau minimal masyarakat mengetahui betapa anda sangat busuk.

**

*for /the most hate man in maya world/:*

g gak salah lagi
roy suryo adalah orang yg sangat dibenci oleh user dari dunia online
bahkan dari semua perguruan IT
karena pertama dia terlalu bodoh dalam hal dunia IT

kedua
g bingung pemerintah merekrut dia

ketiga
masih banyak lulusan IT yg lbh pintar dibanding dia loh

keempat
semua hal yg dibicarakan telah menyesatkan dalam memberikan informasi yg
benar
karena informasi yg dia berikan sudah bs dibilang basi loh

kelima
websitenya sering dihack
karena banyak orang membencinya loh

*for /hal hal konyol ketika presentasi/: *

si “you-know-who” ini pernah nongol di kampus saya Bulan pebuari taun
lalu..
buat ngisi seminar “telco bla.. bla.. bla”
*untung seminarnya gratis.. klo bayar.. BEUH
*
hal² KONYOL yang ada di presentasi “you-know-who” :*

1. Baru kali ini saya dateng ke seminar “IT / telematika” yang
pembicaranya ngga ngasih tau pendidikannya dalam CV. si Roy cuma
ngasih tau pekerjaan2nya aja. kayanya buat menyembunyikan fakta
klo dia ga punya pendidikan formal / informal tentang IT
2. Bahkan dalam slide-slide awalnya, Roy suryo menggambarkan klo
lanjutan 2G adalah java. padahal java kan bahasa pemograman?
3. si Roy ngakunya sebagai “Supervisor Website kepresidenan” . Pas
ditanya situs pribadinya, dia bilang ga ada, dulu ada tapi
sekarang ga aktif. Bisa-bisanya dia jadi “Supervisor Website
kepresidenan” , website sendiri aja ga ada
4. Dia bilang klo metadata foto ga bisa diedit dan bisa dijadikan
bukti keaslian foto digital. pas ditanya kenapa metadata bisa
diedit pake ACD See, dia malah ngeles ” kan ada software buat tau
metadatanya udah diedit atau belum”. Ga nyambung dan jelas2
berlainan statement si Roy itu
5. Setengah waktu seminarnya cuma abis buat nyeritain tas nya yang
ilang dibandara pas naek adam air. Ga penting banget
6. Waktu diakhir acara dia tunjukin atap rumahnya yang penuh
parabola. WTF

*untungnya, di sertifikat seminarnya ngga ada nama dia sebagai
pembicara. padahal biasanya di sertifikat seminar selalu ditulis nama
pembicara

Berikut debat Pak Onno W. Purbo Vs Hi Roy ! yang semakin memperjelas
kebusukan roy dalam dunia IT

* *

*Debat antara Master IT Beneran, Bapak Onno dengan pakar it gadungan,
Roy Suryo.*

* *

Karena ga pernah mampir ke ruang TNP Pemilu 2004 di Hotel Borobudur yang
tutup kemarin, maka gue ga akan pernah tau kalo ga dikasih tau bawah TNP
(Tabulasi Nasional Pemilu) memiliki semacam Newsletter yang tersedia
setiap hari dan dibagikan gratis oleh TNP pada media.

Salah satu yang menarik di edisi terakhir ini adalah artikel pertamanya
yang meliput dengar pendapat tentang sistem TI KPU, dengan pembicara
Onno W. Purbo, Chusnul Mariyah (KPU), Basuki Suhardiman (KPU), Rahmat
Zikri (KPU), Mahmur Suriadiredja (Telkom), dengan moderator Erwin
Ramedhan (Kantor Menko Ekuin).

Artikel berjudul Temu Dengar TI KPU: Onno W Purbo Pun Geram ini memuat
bantahan dan serangan balik Onno Purbo pada so called pakar IT Roy Suryo.

Roy Suryo seperti dikutip oleh media massa mengatakan ada sejumlah
kejanggalan dalam tampilan data IT KPU. Bahkan, menurut dia, ada
sejumlah data misterius yang nyelonong masuk ke komputer KPU.

Onno W Purbo:

*Sori Roy , metodologimu itu salah dan datamu lemah. Roy Suryo sudah
salah di tingkat metodologi. Roy mempersoalkan perubahan, padahal justru
perubahan adalah esensi data komputer KPU.*

Mengawali komentarnya, Onno mengatakan pernyataan Roy Suryo tidak pada
tempatnya. Roy membidik sasaran tembak yang salah. Data KPU adalah data
yang terus berubah. Karena itu perubahan justru harus selalu terjadi.
Kalau Roy mau mempersoalkan TI KPU, bandingkan data yang ada di komputer
itu dengan data di setiap TPS.

Ketika Roy Suryo mempertanyakan Kang Onno, yang malam ini tampil tidak
seperti Kang Onno yang dia kenal (tampaknya Roy heran mengapa Onno
membela KPU) maka dengan suara menggelegar menggelegar Onno menjawab:

*Saya berdiri di sini untuk membela 17 ribu anak anak saya. **Saya telah
mendidik mereka, dan mereka bekerja keras untuk pemilu ini. Saya tidak
rela hasil kerja keras mereka dilecehkan.*

Yang dibela Onno adalah para petugas data entry yang tersebar di
sebagian besar kecamatan di negeri ini. Harus memasukkan data hasil
pemilu ke dalam sistem komputer KPU, mereka adalah para siswa SMK, guru,
mahasiswa. Mereka telah bekerja keras selama ini meng-input hasil pemilu
dari setiap TPS di seluruh Indonesia . Sampai pagi ini, para petugas itu
telah menginput lebih dari 103 juta suara dalam proses pemilihan
presiden (Pilpres) putaran pertama ini.

Artikel lain di newsletter diatas adalah SWARA: Pasang Surut Hubungan
Presiden-Parlemen dan PROFIL: Fakhrurrozi Asnawi Tamu Tetap TNP

Oya, tentang Roy Suryo, ini ada profil dari Majalah Pantau dengan judul
Roy Suryo, Sang Jagoan.

Profil lengkap tentang Roy Suryo termasuk di mata orang-orang terdekatnya.

Artikel dengan subtitle Dosen multimedia yang dibesarkan media ini, saat
itu (saat artikel keluar) digambarkan sebagai lulusan Jurusan Komunikasi
di FISIP UGM yang sekarang adalah pengajar mata kuliah fotografi (???)
di UGM dan Institut Seni Indonesia yang disukai mahasiswa.

PS : http://pemilu2004.goblogmedia.com/warta-tnp-onno-w-purbo-vs-roy-suryo.html

Trima kasih buat OmRoy(Omongannya Rupa Orang nYeleneh) yang udah mau nyempit2in Blok/g gw,,, hehehe… buat para pecinta data,,,(hacker.Cracker) mari bersama sama bungkam si Kermit satu ini. hahahaha…Kemaneajelunl7_1

Leave a Reply